Hell~ooo wkwkwk. Hari ini saya mau ngepost tentang.........Jreng jreng LITTLE NAKAJIMA aka Nakajima Raiya. Who is people dun know is He?lol. He is Yuto young brother aka ADEK IPAR gua wkwk /ngarep.
Nah buat ceman2 yang belum lihat bagaimana rupanya si Raiya udah gede,nih gua punya foto2nya hoho. Silahkan di cicipi :D dikira makanan apa
Kawaii deshou?kyaaaaaaaa *cium Raiya. Seandainya dia ini anak hasil pernikahan gue sama Yuto,pasti bahagia bangat ya hidup gue hahaha *ngarep. Btw mau nanya siapa yang udah punya link download mp3nya lagu baru HSJ - Over?hhaaaa gua belom punya.nanti kalo udah ada gua share yoo hehe.
Disclaimer: Sepuluh tahun lagi, Ryutaro
akan menjadi suami saya –dibakar fansu-
A/N: Failed Comedy. Maaf kalau kagak lucu
yaa.
“WELCOME TO INDONESIA”
Tujuh jam penerbangan dan akhirnya sampai
juga mereka tiba di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Tanpa di duga oleh seorang
Arioka Daiki, selama perjalanan dia membayangkan akan di sambut meriah oleh
para penggemarnya. Di sorakin para gadis-gadis, di jepretin wartawan, di kasih
hadiah spesial, nama Arioka Daiki di elu-elukan, dan membuat si gadis penjemput
kebingungan. Tapi yang di bayangkannnya itu hanya khayalannya saja.
Ketika turun dia memandang sekitar bandara
dengan wajah heran. Tidak ada wartawan, tidak ada teriakan para gadis, tidak
ada hadiah.
Tiba-tiba Ryutaro melihat seorang gadis
berambut pendek yang seperti di beritahukan oleh Kitagawa ciri-cirinya, sedang
berdiri mengangkat baliho Hey!Say!JUMP papan kecil bertuliskan
‘HeysayJum’ yang membuat para anggota kesal karena tulisannya salah.
“Dasar gadis bodoh, menulis saja salah.
Tidak cocok dia jadi siswi sekolahan.” Kata Daiki kesal.
“Yasudah ayo kita kesana, mungkin dia sudah
tunggu daritadi.” Kata Yabu dan di ikuti para anggota lainnya.
Mereka menghampiri gadis yang mengangkat
papan kecil itu. Gadis itu melihat mereka dengan wajah heran.
“Hei, kau yang menjemput kami ya?” tanya
Yabu pada gadis itu.
“Mungkin dia tidak mengerti.” Kata Takaki.
“Keito, coba pake bahasa Inggris.” Kata
Yabu lagi.
“Excuse me, We are Hey!Say!JUMP. We’re from
Japan. You know Kitagawa-sama?” Tanya Keito.
“Kagak usah bacot, gua ngarti kalian
ngomong apa. Ayok cabut, capek gua nunggu daritadi.” Kata gadis itu enteng
sambil berjalan meninggalkan mereka.
“Hah? Ternyata dia tau bahasa gaul kita
juga ye hahaha hebaaatt.” Yuto tertawa sambil berjalan mengikuti gadis itu dan
diikuti yang lainnya.
…………..
Mereka tiba di pintu keluar bandara.
“Barang-barang kalian sudah diantar ke
rumah jadi kita tunggu mobil yang lain saja.” Kata gadis itu cuek.
“Anou, kalo boleh tau, nama elu sape ya?”
Tanya Inoo.
“Hajimemashite, watashi wa Secchi desu.
Watashi wa juugo sai desu. Dozo yoroshiku onegaishimasu.” Kata gadis yang
bernama Secchi itu sambil membungkuk.
“Yoroshiku. Ore wa Yabu Kota desu.” Seru
Yabu.
“Ore wa Takaki Yuuya desu.” Seru Takaki.
“Ore wa Inoo Kei desu.” Seru Inoo.
“Ore wa Yaotome Hikaru desu.” Seru Hika.
“Ore wa Arioka Daiki desu.” Seru Daiki.
“Ore wa Okamoto Keito desu.” Seru Keito.
“Ore
wa Nakajima Yuto desu.” Seru Yuto.
“Ore wa Morimoto Ryutaro desu.” Seru
Ryutaro.
“Oretachi wa Hey!Say!JUMP desu. Yoroshiku
Onegaishimasu.” Seru mereka serempak.
“Hahaha gue juga udah tau kali, orang gue
ngefans sama kalian. Bego sekali ya kalian hahaha.” Kata Secchi sambil tertawa
yang membuat mereka semua kesal.
“Yasudah. Mana nih mobil yang akan kita
tumpangi?” tanya Daiki kesal.
“Bentar lagi nyampe kok tenang aja.” Kata
Secchi sedikit menggoda Daiki cuek.
Beberapa menit kemudian, datang sebuah
mobil Toyota Avanza yang tepat berhenti di depan mereka. Seorang supir turun
dan membuka pintu-pintu mobil tersebut.
“Maaf Non, tempat duduknya hanya muat tujuh
orang saja Non di tambah saya jadi delapan. Duanya harus di pangku Non.”
“Wah gawat nih mobilnya kagak muat. Yasudah
siapa yang mau di pangku?” tanya Yabu.
“Inoo-chan, biar lu gue yang pangku aja, lu
kan kurus.” Kata Hika yang membuat Inoo kesal namun dia harus menyerah karena
memang dia kecil.
-Keadaan dalam mobil-
Yuto, Keito, dan Ryutaro harus menerima
kenyataan bahwa mereka harus duduk selama dua jam dengan keadaan memangku
seorang sumo Daiki namun itu tidak masalah karena di banding dengan
mereka berat Daiki masih di bawah mereka.
Hika dengan genitnya duduk sambil memangku
Inoo namun Inoo kesal karena atap mobil itu pendek sehingga dia harus menerima
resiko yaitu membungkuk. Sedangkan Yabu dan Takaki hanya terkikik melihat
kejahilan Hika pada Inoo.
Secchi duduk dengan aman di samping supir
sambil memandang ke belakang dan tertawa melihat Inoo dan Daiki harus menerima
resiko yaitu duduk di pangku.
“Hei kacanya di naikin dong, gue kagak mau
di lihat orang dari luar nih.” Kata Inoo kesal.
“Tenang Nono cuyuuung, akang Yabu akan
menaiki kacanya.” Kata Hika menggoda.
“Hahaha iya ini gue naikin kacanya.” Yabu
tertawa geli ketika mendengar rayuan dari Hika tadi dan segera menaikkan kaca
mobil.
“Najis amat lu manggil gue Nono cuyung.”
Inoo kesal lalu mencubit kuat paha Hika.
“AWWW ITTAI! Ih cuyung genit nih maen
cubit-cubitan. Udah gak tahan yah cuyung?” Hika semakin menjadi menggoda Inoo.
“HIKAAAARRRRUUUUUUUUUU.” Inoo berteriak
keras dari dalam mobil dan membuat supir langsung me-rem gas mobilnya.
“Ada apa sih teriak-teriak kayak di hutan
kayak gitu.” Tanya Secchi kesal. Sementara yang lain hanya tertawa ketika
mendengar suara teriakan tadi.
“Inoo-chan, lu teriak udah kayak orang mau
di perkosa aja hahaha.” Daiki tertawa sambil loncat-loncat membuat paha Keito
kesakitan.
“Woi Daichan, paha gue bukan spon ye buat lu loncatin. Sakit nih.” Keito
mengomeli Daiki.
“Hei gantian dong, paha gua pegel nih
mangkuin lumba-lumba ini.” Kata Keito sambil mendorong pantat Daiki menggeser
ke paha Yuto.
“Haduh nasib skaran giliran gue. Ryutaro
abis ini lu ye.” Kata Yuto yang mulai kesal.
“Ini brasa ya gue duduk di atas papan.
Kagak ada empuknya nih paha.” Kata Daiki.
“BACOT LU. Kagak bersyukur lu gua pangkuin
kalo kagak udah gua lempar keluar nih.” Kata yuto kesal.
“Yaudah Pak lanjut jalan lagi. Tarik
maaaang.” Kata Hika pada supir.
Akhirnya mereka kembali meneruskan
perjalanan.
Selama perjalanan, Inoo bosan dengan lagu
yang di putar supir hanya lagu band Indo yang gak jelas yang membuat telinganya
panas.
“Pak ada lagu Hey!Say!JUMP gak?” tanyanya
pada supir.
“Hmm bentar ya den.” Kata si supir sambil
tangan kirinya mengambil kaset dan memasukkannya dalam DVD.
“Nah akhirnya ada lagu kita juga ya
hahaha.” Kata Daiki bersemangat.
Terdengar suara musik, namun berbeda dengan
apa yang mereka pikirkan. Bukan musik dari lagu Ultra Music Power, Dreams Come
True, Your Seed, Mayonaka no Shadow Boy, atau Hitomi no Screen. Terdengarlah
lirik yang aneh dan musik yang aneh.
Mulut kumat kemot, matanya melotot
Lihat bodi semok pikiranmu jorok
Sorry sorry sorry Jack jangan remehkan aku
Sorry sorry sorry bang ku bukan cewek
murahan. –belom apa-apa udah di reff-
“Itu lagu apaan sih norak amat.” Kata Inoo
kesal.
“Ini kan lagu Keong Racun den.” Balas si
supir.
“NORAAAAAAKKK ganti ganti.” Kata mereka
serempak.
“Woi Secchi, lu katanya ngefans sama kita
masa album JUMP No.1 aja kagak punya sih.” Tanya Daiki.
“Mahal woi. Apalagi noh yang Ten JUMP tuh
buset dah. Bilang tuh ke Kitagawa, jangan matre yee. Bayarin gue aja murah
banget.” Kata Secchi meluapkan kekesalannya.
“Tapi lu download kan yang JUMP No.1?”
Tanya Hika penasaran.
“Download dong. Tapi gara-gara album kalian
itu, memori flashdisk gue penuh.” Katanya lagi.
“Sudah sudah. Skarang perjalanan kita masih
lama kagak nih?” Tanya Yabu yang mulai kesemutan.
“Kagak lama lagi udah nyampe.” Jawab
Secchi.
Dan akhirnya mereka riba juga di kediaman
baru mereka, rumah Secchi. Rumah yang halaman depannya cukup luas bisa buat
main bola dan juga taman yang di kelilingi banyak tanaman dan bunga-bunga.
Rumahnya cukup besar dan bisa memuat kedelapan makhluk nyasar dari
negeri Sakura itu untuk tinggal di rumahnya.
“Ayo masuk, kamar untuk kalian sudah di
siapkan.” Katanya sambil mempersilahkan mereka masuk.
Di dalam, mereka melihat berbagai foto
terpajang di dinding maupun di meja-meja kecil. Foto keluarga besar Secchi dan
ada juga foto yang sangat besar tergantung di ruang tamu. Foto berempat yaitu
Secchi, Kakak (perempuannya), Ibu, dan (Alm) Ayahnya –loh jadi beneran isi
rumah gue nih-.
“Wah pasti yang di sebelah kiri itu
Neechanmu ya? Kawaii ne.” Kata Hika sambil menatap foto keluarga itu.
“Iya. Skarang dia sedang kuliah di luar
kota.” Jawabnya.
“Ayah dan Ibumu kemana?” tanya Hika lagi.
“Ayahku sudah empat tahun meninggal,
sedangkan Ibuku sedang ada tugas di luar kota untuk saat ini.” Jawabnya lagi.
“Berarti lu sendiri dong.” Kata Inoo.
“Hmm begitulah tapi gapapalah skarang gue
kan udah di temenin sama kalian semua.” Kata Secchi sambil tersenyum.
“Iya. Dan mulai hari ini hingga satu bulan
nanti kita akan bersama-sama terus. Tenanglah Sechan, kau melindungi kami, kami
juga melindungimu.” Kata Yabu dan membalas senyuman Secchi.
“Iya mulai sekarang kita saling melindungi,
deshou?” kata Yuto semangat.
“Sou desu ne. Sa, gue bakal tunjukin kamar
kalian. Tapi maaf ya karena rumah ini kamarnya terbatas, jadinya kalian harus
tidur sekamar empat orang. Bagaimana?” tanyanya.
“NANI?? BEREMPAT??” mereka syok dan saling
bertukar pandang.
“Iya. Kamar Ibu dan Kakak gue di kunci,
kalo gak pasti kamar gue bisa kalian pake. Di belakang hanya ada gudang saja.
Yang tersisa hanya dua kamar. Tidak apa kan?” tanyanya lagi.
“Hmm yasudah bagaimana kalo BEST tidur
sekamar saja tanpa Daiki. Daiki, elu tidur bareng mereka bertiga (Keito, Yuto,
Ryutaro). Bagaimana?” tanya Yabu yang memberi saran itu. Namun Daiki murung.
“Tapi aku anggota BEST bukan 7.” Katanya
lemas.
“Mukamu masih kekanakan, jadi cocok saja
bergabung dengan mereka bertiga.” Tukas Takaki.
“Muka kekanakan namun usia tua.” Kata Hika
mengejek.
BLETAAKK!
Sebuah jitakan mendarat di kepala Hika yang
membuatnya meringis.
“ITTAIIIIIII. Dasar pendek.” Hika semakin
mengejek Daiki.
“Hei berhenti! Kita ini numpang di rumah
orang jadi jaga sikap kalian.” Yabu memarahi Hika dan Daiki.
Akhirnya mereka setuju dengan pendapat Yabu
dan berjalan ke kamar masing-masing.
-Kamar Yabu cs-
“Kamarnya luas ya dan sudah di siapkan
empat ranjang juga.” Kata Hika yang langsung membantingkan badannya di atas
ranjangnya.
“Hmm lumayan lah ada empat ranjang daripada
hanya satu kan gawat.” Kata Yabu yang juga membaringkan badannya.
“Toiletnya Cuma satu, tapi mungkin di luar
ada yang lain.” Kata Inoo sambil membuka pintu kamar mandi itu namun keras.
Tidak bisa di buka. Dia sudah berusaha menekan dan mendorong kedepan namun
tidak bisa.
“Hei pintu kamar mandinya rusak nih.
Bagaimana dong?” katanya panik karena sudah kebelet pipis.
“Coba gue buka.” Kata Hika sok pahlawan
yang dengan sekuat tenaganya namun tetap tidak bisa juga. Sementara Inoo sudah
tidak tahan lagi. Rasanya air kencingnya itu akan segera keluar namun dia
berusaha menahannya. Dia menjepit kedua pahanya dan berlari kesana kemari untuk
menahan kencingnya agar tidak keluar.
“Dasar bodoh, ini tuh pintu yang di dorong
ke samping.” Kata Yabu yang membuka pintu ke samping. Akhirnya terbuka juga.
Sementara Takaki melihat Inoo sudah bernapas lega. Rupanya air kencingnya sudah
membasahi karpet di kamar itu. Inoo tersenyum karena yang di tahan akhirnya
keluar juga.
“INOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO…….” Mereka
bertiga berteriak karena Inoo NGOMPOL.
“Maap cuy udah kagak nahan. Kelamaan sih
akhirnya keluar juga deh hehehe.” Inoo tertawa sambil menggaruk-garuk
kepalanya.
“Idih jorok banget sih lu. Buruan keluar
sana bersihin tuh badan lu, bau kencing semua.” Kata Takaki sambil menutup
hidungnya.
Inoo pun keluar membawa handuk serta
bajunya untuk mandi di kamar mandi luar.
“Gue heran deh tuh orang lama-lama begonya
keterlaluan ya.” Kata Takaki sambil memakai sarung tangannya. Rupanya mereka
bertiga ini memakai sarung tangan serta masker untuk membawa keluar karpet tadi
yang basah akibat ulahnya Inoo.
“Percuma skolah di Meiji tapi gobloknya
bukan main.” Kata Hika sambil mengangkat ujung karpet.
“Keterlaluan!” Yabu juga ikut mengomel
namun tetap mengangkat karpet itu dengan berat hati juga.
Sementara Inoo sedang terkikik di kamar
mandi dan membersihkan seluruh badannya sambil bernyanyi di kamar mandi.
“Hitomi no naka utsuru sekai afure sou na
kanashimi demo. Bokutachi wa mou ii janai ge naisa seishun sutorii. Me wo
korashite utsumu nagara hikari kitto sagashidasusa, namida no saki wo mitai
kara.” Inoo berteriak sekencangnya namun tidak ada yang peduli. Dia bernyanyi
sekerasnya layaknya kamar mandi itu miliknya seorang.
“Dasar bodoh dia malah bernyanyi seperti
orang gila di dalam situ. Awas lu kalo keluar gue sumpelin lu pake celana
dalamnya Kitagawa.”kata Hika kesal.
Akhirnya mereka bertiga membersihkan karpet
kamar itu.
-Kamar Yuto cs-
Seperti kamar BEST, kamar ini juga sudah di
sediakan empat ranjang masing-masing dan satu kamar mandi.
“Huaahh sungguh perjalanan yang
melelahkan.” Kata Ryutaro membaringkan tubuhnya di ranjangnya yang dia tempati
di ujung tembok dekat pintu kamar.
“Hei aku kebelet nih. Pintu kamar mandinya
tidak bisa di buka.” Kata Yuto panik karena dia juga kebelet tapi dia ini
kebelet pengen boker.
“Wah norak lu Yuto, itu di dorong kesamping
lah.” Kata Daiki.
“Lu yang norak, pret.” Kata Yuto sambil
membuka kesamping pintu kamar mandinya. Dan akhirnya dia masuk dan melaksanakan
kewajibannya.
Tujuh menit Yuto masih di dalam.
“Yuto cepetan dong gue kebelet pipis nih.”
Kata Daiki sambil mengetuk-ngetuk pintu kama mandinya.
“Belom selesai nih. Banyak banget yang
belom keluar.” Teriak Yuto dari dalam.
“Wah sial lu gue udah kagak tahan nih.”
Katanya sambil menahan dan menjepit eeknya agar bisa menahan keluarnya air
kencingnya.
“Diluar saja. Gue mau sekalian mandi nih.”
Balasnya lagi yang membuat Daiki sudah tidak tahan lagi.
Daiki segera berlari keluar namun belum
lagi membuka pintu, air kencingnya sudah keluar dan membuat Daiki lega dan
tersenyum tenang. Ryutaro yang melihatnya pun kaget karena Daiki kencing di
depan pintu kamarnya dan air kotornya itu mengalir hingga mengenai sepatu
kesayangan Ryutaro.
“WOIIII DAIKIIIIII. ALAMAAAAAAKKK SPATU
GUEEEEE.” Ryutaro berteriak sambil meloncat kebawah untuk menyelamatkan
sepatunya dari genangan air pasang.
“Maap Ryuu udah kagak nahan. Si Yuto
kelamaan.” Katanya polos.
“Tapi jangan di depan pintu, GOBLOKKK!!”
kata Ryutaro sambil menggeplak kepala Daiki dengan sepatunya.
“Ah Ryuu, brasa mau terbang kalo sudah
keluar.” Daiki tidak peduli dengan geplakan sepatu Ryuu dan kembali tersenyum
lega.
KREEKK!! Pintu kamar terbuka. Keito masuk
dan kaget melihat Daiki tersenyum sambil merem di depan pintu kamar.
“Ada apa ini? Kenapa Daichan seperti orang
bego?” Keito bertanya pada Ryutaro.
“Dia ngompol tuh.” Katanya kesal dan
membuat mata sipit Keito terbelalak dan terbuka lebar. Keito kaget.
“WHATTT??” dia berteriak kaget lalu….
BRAKKK!! Keito menutup pintu dengan kencang
dan berlari ke tempat lain sementara Daiki keheranan.
Yuto akhirnya keluar dan heran melihat
cairan warna kuning dan bau itu mengalir ke arahnya.
“Ryuu air apa ini?” tanyanya pada Ryutaro.
“Daichan ngompol.” Jawabnya singkat. Yuto
kaget.
“DAICHAAAAAAAAAAAANNNNNNNNN….” Yuto
berteriak dan Daiki pun kabur meninggalkan kamar.
Baru datang aja udah kacau gini apalagi
kedepannya? Maaf ya kalo gak lucu. Silahkan di caci maki fanfic bodoh ini. Kritik dan sarannya di tunggu lewat komen
yaa. Terima kasih sudah mau baca J
Di sebuah tempat, dimana ada seorang anak
manusia yang sedang duduk bersantai di pinggir danau toba dengan
tenangnya. Menutup wajah dengan topi kemudian menyalakan radio di sebelahnya.
Dia sedang mendengar lagu Kokoro no Tomo –lagu jadul yang ngetrend-. Tiba-tiba sebuah benda di sampingnya bergetar
sehingga membuatnya terkaget dengan ketenangannya.
“Yabaiii berat skali ini mah.” Katanya
sambil memutar benda tersebut.
“Haduh dudul ini pancingannya kekecilan.
Pasti ikan yang gue dapat gede nih.” Katanya lagi sambil tersenyum lebar.
Karena terlalu berat, akhirnya dia
mengaitkan kaki kirinya di sebuah pohon di sampingnya yang tidak jauh itu.
“Alamak ikan apaan sih nih kok berat
banget. Perasaan waktu gue gendong paus aja kagak seberat ini.” Katanya yang
kini sudah berkeringat hebat.
5 menit kemudian.
“Buju buneng capek gue nih ama nih kaitan.
Mana sepi lagi kagak ada orang.” Katanya yang sambil mengelap keringatnya itu.
Kini dia sudah sangat basah akibat
keringatnya sendiri. Pancingan yang di tariknya itu belum juga berhasil
menampakkan bentuk ikan yang di dapatnya.
“WOOYYY TASUKETEE!!” Teriaknya
“Siaaalll gak ada orang lagi nih.” Katanya
lirih
Tiba-tiba muncul seorang makhluk
mendekatinya. Orang yang sudah sangat di kenalinya. Dia tersenyum lega dan
melambaikan tangannya pada malaikat yang mendatanginya itu. Malaikat bergingsul
itu berlari menuju pria malang yang sedaritadi tersesat di pinggiran danau
karena pancingannya yang abal-abal itu.
“Ternyata lu disini Inoo-chan. Gue daritadi
nyariin lu tau. ” Kata manusia bergingsul itu.
“Bacot lu bantuin gue skarang.” Kata pria
berkulit putih pucat yang bernama Inoo itu yang sudah sedari tadi berusaha
menarik pancingannya namun hasilnya nihil.
“Bantuin apaan No?” tanya si gingsul polos.
“Angkat pancingan gue. Susah banget
daritadi kagak mau nih gue angkat.” Kata Inoo.
“Lu oon sih. Mungkin ikan lu nyangkut di
dalam.” Ucap si gingsul innocent
“Masa sih? Kalo gitu lu nyelam dulu deh
ngecek ikannya nyangkut dimana.” Balas Inoo tak kalah polosnya.
PLETAKK!
Sebuah jitakan mendarat di kepala Inoo.
“Areee ittai!!” kata Inoo meringis sambil
mengelus kepalnya.
“Sudahlah abaikan saja ikan di dalam situ.
Percuma lu mancing ikan di danau ini. Dan asal lu tau yee di danau ini Cuma ada
buaya kagak ada ikannya. Mungkin yang di pancingan lu itu buaya.” Kata si
gingsul menakuti Inoo.
“Ahelaaah buaya zaman skarang doyannya
berendam dulu. Kalo udah, baru mereka muncul kagak pernah search di google sih
lu.” Kata si gingsul
“Yasudah kalo gitu kita pergi saja sebelum
buayanya muncul. Gue belom mau mati nih.” Inoo meremas lengan si gingsul.
“Lu tolol sih. Masa mahasiswa meiji bisa
setolol lu.” Si gingsul mulai mengolok Inoo
“Kampreett lu Hika ngatain gue tolol. Udah
yuk cabut.” Balas Inoo sambil berjalan meninggalkan tempat itu.
“Hei radiomu ketinggalan.” Kata pria gingsul bernama Hika itu sambil mengangkat
radio.
“Bukan punya gue. Lagian mana mau gue
denger radio trus lagunya diulang-ulang yang itu mulu (Kokoro no Tomo). Mungkin
radio keramat kali.” Ucap Inoo yang membuat Hika ngeri.
“Hiii sialan lu. Udah yuk cabut.” Kata Hika
melempar radio itu masuk ke dalam danau tersebut kemudian mereka berdua pergi
meninggalkan danau tersebut.
Di sebuah taman yang sejuk, ada dua orang
pria lain yang sedang bermesraan duduk sambil menikmati teh hijau hangat
mereka.
“Takaki-san, disini benar-benar seperti
surga ya. Hmm,” kata seorang pria tinggi kurus namun tampan kepada pria di sampingnya yang bernama Takaki
itu.
“Iya Yabu-kun, sangat menyenangkan bila
kita bisa bersantai seperti ini setiap hari.” Kata Takaki sambil meneguk
tehnya.
“Benar-benar surga.” Katanya Yabu.
“Iya surga.” Balas Takaki
“Ini adalah surga dunia.” Kata Yabu lagi.
“Iya surga dunia.” Balas Takaki lagi.
“Hmm..”
“Hmmm…”
“Eh lu ikutin gue mulu. Yang kreatip
napah.” Kata Yabu marah karena daritadi Takaki mengikuti kata-katanya.
“Yee siapa yang ikutin elu.” Kata Takaki
membantah.
“Ah yasudah mari kita nikmati teh sore
ini.” Kata Yabu sambil mengangkat cangkir tehnya.
“Cheers?”
“Cheerss…” Balas Takaki.
Ketika sedang santainya, muncul kedua
makhluk.
“Woy ngapain disini?” kata Hika mengagetkan
mereka.
“Ahelaaah ganggu banget orang lagi pacaran
santai aja. Mau gabung?” Kata Yabu menawarkan.
“Hmm bolehlah.” Kata Inoo mengambil tempat.
“Eh tau gak masa tadi Inoo-chan mancing
di—“belum lagi selesai, wajah tampan Hika di muncratin teh panas dari
dalam mulut Inoo.
“Maaf sob, kagak sengaja.” Kata Inoo sambil
memasang wajah tanda ancaman pada Hika.
“Sab sob sab sob.” Hika monyong dan menyeka
mukanya yang basah itu.
Tiba-tiba datang seorang kakek tua berambut
putih, berjanggut pirang emas, gigi emas, berkacamata kuda, dan tentunya sudah
bau tanah. Kakek itu berjalan mendekati keempat pria yang sedang bersantai di
halaman belakang kantor agensinya itu.
“EHEMM!” kata Kakek tua itu berdehem di
belakang mereka.
“Suara siapa sih itu kok aneh yaa.” Kata
Hika
“Kedengarannya udah gak asing lagi sih.”
Ucap Inoo lagi.
“EHHEEMM!” Kakek itu berdehem lagi.
“Loh dia “EHEM” lagi.” Kata Yabu.
“Kok suaranya
mirip Kitagawa-sama ya?” Kata Takaki yang mulai mendapat firasat buruk.
“Bukan. Paling
itu suaranya Ryutaro yang niruin. Dia kan paling demen niruin suaranya Kakek
Tua Bangka itu.” Jawab Inoo santai.
Tiba-tiba………..
PLETAKK!
PLETAKK! PLETAKK PLETAKK!
Empat jitakan
mendarat sempurna di kepala empat pria tersebut.
“ITTAIII” ucap
keempat pria tersebut bersamaan.
“Siapa yang
bilang saya Kakek Tua Bangka tadi?
Mereka pun
menoleh ke belakang. Didapatnya seorang Kakek tua yang sedang berdiri sambil
menaruh kedua tangannya di pinggang.
“Ah anouuu…”
kata Inoo gugup.
“Kamu ya
Inoo-sama?” kata Kakek Tua itu. Inoo hanya mengangguk pelan dan ketakutan. Dia
takut di pecat karena sudah melecehkan nama dari seorang pemimpin agensi yang
dia huni ini, Johnny Kitagawa.
“Baguslah kau
jujur nak. Karena memang aku sudah tua hiks.” Kakek itu berpura-pura menangis.
Mereka berempat
saling bertukar pandangan dengan wajah heran. Tidak di sangka, si Kakek itu
menangsi di hadapan mereka.
“Nakanaide
Kitagawa-sama.” Kata Yabu
“Sebenarnya aku
kesini cuma untuk memberikan tiket untuk keberangkatan kalian.”
“HEH??” ucap
mereka bermpat kaget
“Iya. Kalian
akan aku berangkatkan kesebuah negara yang sangat indah.”
“Negara apa?”
Tanya Hika sambil bersemangat.
“Indonesia.”
Jawab Kitagawa.
“Indonesia?
Indonesia itu dimana ya?” tanya Inoo polos.
“Ih oon, lu di
kampus kagak belajar geografi ya?” Hika geram karena seorang Inoo yang di kenal
sangat pintar ini ternyata tidak tahu letak negara Indonesia.
“Kagak tuh.”
Balas Inoo polos.
“Hoo gue ingat,
Indonesia itu yang dulu pernah dijajah negara kita kan?” kata Takaki.
“BETUL!” kata
Kitagawa kesenangan yang reflek langsung memeluk Takaki.
“Hei lepasin
dong gue kagak doyan sama orang tua.” Kata Takaki sambil melepaskan pelukannya.
‘Wah ngeledek
nih orang. Pengen banget gue kubur dia skarang’ kata Takaki dalam hati.
“Yasudah cepat
sebarkan tiket ini pada yang lain.” Kata Kitagawa sambil memberikan tiket itu.
“Kok Cuma
delapan?” Tanya Yabu sambil menghitung tiket yang di berikan Kitagawa.
“Yamada dan
Chinen jangan di kasih. Mereka belum bisa bersenang-senang untuk saat ini
karena masih ada pekerjaan yang harus mereka lakukan.” Kata Kitagawa.
“Kasihan sekali
mereka berdua.” Kata Inoo.
“Yasudah kalau
begitu saya pergi dulu.” Si pemilik agensi pergi meniggalkan mereka berempat.
Mereka pun ikut
meninggalkan taman belakang tersebut menuju ke ruangan mereka, Hey!Say!JUMP.
Di dalam
ruangan, hanya ada empat anggota. Daiki, Ryutaro, Keito, dan Yuto.
……….
“TIKET KE
INDONESIA? YATTAAAA!!” kata mereka berempat bersemangat.
“Tapi tanpa
Yama-chan dan Chii-chan.” Lanjut Yabu.
“Loh kok gitu?”
Tanya Yuto.
“Katanya mereka
masih ada pemotretan, rekaman, dan sebagainya.” Lanjutnya lagi.
“Hahahaha
kasihan sekali mereka berdua.” Tawa Daiki.
Tiba-tiba
masuklah kedua manusia yang sedang hot dibicarakan tersebut.
“Hueeeeehh aku
juga mau ikutan ke Indonesia.” Terdengar suara tangis seorang bayi bocah
bergigi kelinci tersebut.
“Yang sabar ya.
Nanti kalian bisa nyusul kok tapi kagak geratiisss.” Ucap si bungsu bermata
bulat tersebut sambil tersenyum nakal.
“Kalian semoga
hepi ya disana.” Kata si gembul berpipi bulat itu yang terlihat sangat sedih.
“Sudah pasti
hepi dong. Indonesia kan surga dunia bukan neraka dunia kayak tempat ini
hahahaha.” Kata Daiki tertawa lebar.
“Hueeeee tega
cekaliii huks.” Si gigi kelinci menangis.
“Yang sabar aja
Chii, mereka bukan mau berperang tapi berlibur jadi jangan bersedih begitu.”
Kata pipi gembul menenangkan.
“GUE SEDIH DONGO
GARA-GARA GUE MA ELU KAGAK DIAJAK.” Kata gigi kelinci itu marah.
“Iya gue juga
sedih Chii huks.” si Pipi gembul juga menangis.
“HAHAHAHAHAHAHAAHAHAHA
CACIAAAAANN DEH LU.” Daiki dan Ryutaro tertawa terbahak-bahak sedangkan yang
lain hanya tertawa pelan. Yamada dan Chinen malah menangis menjadi-jadi sambil
berpelukan.
……………….. –Hari
Keberangkatan-……………...
“Kalian nanti
disana akan menginap di sebuah rumah mewah yang pokoknya komplit deh jadi gak
usah khawatir.” Kata Kitagawa-sama.
Sepasang tangan
kedelapan anak itupun menadah di depan Kitagawa.
“Apa maksudnya
ini?” Katanya heran.
“MINTA UANG
JAJAN!!” kata mereka berempat kompak.
“Hoo gampaaang.”
Kata Kitagawa sambil mengeluarkan delapan ban uang untuk di berikan pada mereka
berdelapan.
“ARIGATOU
GOZAIMASU” kata mereka sambil membungkuk.
“Yasudah.
Hati-hati ya disana. Nanti ada seseorang yang menjemput kalian. Dia seorang
wanita muda yang masih bersekolah berambut pendek sebahu, matanya sipit,
memakai behel, tingginya seperti
Ryutaro.” Kata Kitagawa menjelaskan.
“Ano mau tanya
kenapa tiba-tiba Anda berbaik hati memberikan Holidays ini pada Kami?” tanya
Yabu.
“Karena aku
pernah melihat Hikaru yang sedang tidur lalu mengigau ingin pergi ke Indonesia
kemudian melihat iklan di TV ‘Visit Indonesia 2010’ makanya Saya langsung
berpikiran untuk memberi liburan ini pada kalian.” Kata Kitagawa lagi.
“Dan bagus Anda
menahan YamaChii untuk tidak ikut. Itu bisa mengurangi beban kami.” Kata Daiki
ceria.
“Ini karena
permintaan dari Nakayama Yuma karena dia ingin membuat pesta untuk mereka
bertiga makanya aku menurut saja.” Kata si Kakek menangguk-angguk.
“Hahaha baguslah
aku sangat senang mendengarnya.” Kata Daiki lagi tersenyum lebar.
“Yasudah itu
pesawatnya sudah mau berangkat. Kita berjumpa sebulan lagi ya. SAYONARA!!” kata
Kitagawa sambil melambai-lambai.
Akhirnya
kedelapan pria itu memasuki pesawat.
Yabu duduk
dengan Takaki, Hika dengan Inoo, Daiki dengan Ryutaro, dan Yuto dengan Keito
(mau aja nih author).
“Huwaaaa pasti
penggemar kita di Indonesia banyak juga.” Kata Daiki yang mulai mengkhayal di
gerubungin para penggemarnya.
“Dasar tukang
ngigo.” Kata Ryutaro kesal.
“Hika, igauanmu
itu bawa keberuntungan ya. Dan akhirnya kita di kasih liburan juga.”Kata Inoo
sambil bersandar di kursi.
“HIKARUUUU.”
Kata Hika bangga dan ikut bersandar di kursinya.
Pesawat mereka
pun terbang menuju INDONESIA <3
Huaaaaa Chapter
1 nanti author muncul. Yihaaaaaa yang mau muncul juga boleh kok. Di komen aja
ya tapi maaf kalo bagiannya Cuma dikit hehehe. Sanchuu udah baca :* -lempar
ciuman kuda-
Langsung saja ya gua ngomong yang sejujurnya, yang sudah lama saya pendam.
Begini, gua masih gak setuju dengan keputusan dari JE yang memperdebutkan grup baru mereka yang bernama NYC yang kepanjangan dari inisial nama2 anggotanya.
N : Nakayama Yuma
Y : Yamada Ryosuke
C : Chinen Yuri
Mungkin nama ini sudah tidak asing lagi di telinga teman yang memang pecinta agensi JE.
Ada yang setuju NYC di debutkan tapi dari sekian banyak fangirls -terutama di Indonesia- mungkin hanya sekitar 23% saja yang setuju NYC debut. Menurut hasil penilitian gua -terutama Jumpers Indonesia- banyak sekali yang tidak suka dengan seorang Nakayama Yuma. Pertama, mereka menganggap Yuma adalah anak emas dari Johnny Kitagawa. Yang kedua, Yuma hanya mencari sensasi supaya fansnya tambah banyak.
Maaf untuk sebelumnya, saya ini salah satu dari sekian banyak orang yang tidak menyukai dia.
Sudahlah lupakan manusia itu sekarang kita bahas yang lain.
Gua lebih pengen juniors di JE yang sudah bertahun-tahun mendiami agensi ini namun tidak di debutkan di kasih debut setidaknya untuk membahagiakan fansnya.
Terutama Kis-My-Ft2, B.A.D, M.A.D, Mis Snow Man, BOYS, Butoukan, atau ABC-Z di kasih debut -author sih maunya semuanya dikasih debut-
Ya mari saya perkenalkan beberapa selingkuhan saya yang masih banyak di luar sana -gaplocked by OkaJima- tapi masih di lingkungan JE. Ini adalah selingkuhan-selingkuhan author yang kakkoi yang berada dalam kawasan Johnny's Jr -author rakus-
Saa, douzo :DDD ^__________^ -author senyum nakal-
Nah yang diatas itu foto2nya B.A.D ~ Kenal mereka berdua? Kalau belum tau, silahkan nonton The Gokusen 3 mereka berdua itu yang jadi Ichimura Rikiya (Nakama Junta) dengan Kuraki Satoru (Kiriyama Akito).
Nah kalo yang ini namanya ABC-Z favorit author ya siapa lagi kalo bukan Hashimoto Ryosuke ^///^
Yang diatas namanya Mis Snow Man. Favorit author ya Sanada Yuma XDD
Nah yang diatas ini namanya Kis-My-Ft2. Udah pada tau kan? Author sukanya sama Tama-chan, Taipi, sama Senchan. Alasannya? Mereka kakkoii >//////////<
Mereka ini adalah juniors di JE yang belum di debutkan. Saya berharap mereka di kasih debut secepatnya. Mereka juga gak kalah keren sama grup2 yang sudah di kasih debut itu. Jadi saya hanya berharap demikian.
Ini foto NYC yang terakhir kali author download setelah itu sudah gak lagi -author malas liat wajahnya Yuma-
Udahan ya updatenya sebernarnya lagi males update tapi karnaaa ya begitulah author ini emang sarap hoho mau bonus foto? Kasih fotonya 2 suami saya ya? OkaJima deshou ne? Hohoho
Mereka berdua suami kesayangan author ^^;
OkaJima : Okamoto Keito ♥ Nakajima Yuto. Love Forever ^______^
Update hari ini beberapa foto anak HSJ -paparazzi lebih tepat-
Bagi yang minat silahkan dicicipi tapi kalau bisa kalau mau minta tolong di komen ya
jangan main ambil aja. Thanks before sudah mau berkunjung ^^
Gomen ne baru ini yang di upload. Mengingat adanya net gua yang skarang2 ini gobloknya naudzubillahiminzalik. Jadi nanti di bikin part 2nya -kalo lagi ada waktu-
COMMENT PLEASE N DON'T TAKE THOSE PICTURE WITHOUT MY PERMISSION !! THANKS