Leave your Comments

Tampilkan postingan dengan label Nakajima Yuto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nakajima Yuto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2011

Nakajima Raiya. Adek Ipar Ane wkwk

Hell~ooo wkwkwk. Hari ini saya mau ngepost tentang.........Jreng jreng LITTLE NAKAJIMA aka Nakajima Raiya. Who is people dun know is He?lol. He is Yuto young brother aka ADEK IPAR gua wkwk /ngarep.

Nah buat ceman2 yang belum lihat bagaimana rupanya si Raiya udah gede,nih gua punya foto2nya hoho. Silahkan di cicipi :D dikira makanan apa


Kawaii deshou?kyaaaaaaaa *cium Raiya. Seandainya dia ini anak hasil pernikahan gue sama Yuto,pasti bahagia bangat ya hidup gue hahaha *ngarep. Btw mau nanya siapa yang udah punya link download mp3nya lagu baru HSJ - Over?hhaaaa gua belom punya.nanti kalo udah ada gua share yoo hehe.
Sekian postingan sayaaa :DD

Kamis, 02 September 2010

[Fanfic] Holidays in Indonesia -Chapter 1-


Title: Holidays in Indonesia –Chapter 1-
Type: Multichapter
Author: Liken yang polos –ditembak basoka-
Cast: Yabu Kota, Takaki Yuuya, Inoo Kei, Yaotome Hikaru, Arioka Daiki, Okamoto Keito, Nakajima Yuto, Morimoto Ryutaro
Genre: Comedy failed
Rating: SU
Disclaimer: Sepuluh tahun lagi, Ryutaro akan menjadi suami saya –dibakar fansu-
A/N: Failed Comedy. Maaf kalau kagak lucu yaa.

“WELCOME TO INDONESIA”

Tujuh jam penerbangan dan akhirnya sampai juga mereka tiba di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Tanpa di duga oleh seorang Arioka Daiki, selama perjalanan dia membayangkan akan di sambut meriah oleh para penggemarnya. Di sorakin para gadis-gadis, di jepretin wartawan, di kasih hadiah spesial, nama Arioka Daiki di elu-elukan, dan membuat si gadis penjemput kebingungan. Tapi yang di bayangkannnya itu hanya khayalannya saja.
Ketika turun dia memandang sekitar bandara dengan wajah heran. Tidak ada wartawan, tidak ada teriakan para gadis, tidak ada hadiah.
“Loh loh kenapa kok kayak gini sih?” tanyanya kebingungan.
“Kayak gini bagaimana maksud lu?” tanya Hika yang tak kalah bingungnya dengan pertanyaan Daiki.
“Mana wartawan, mana para gadis, mana teriakan hebohnya, mana hadiahnya. MANA SEMUANYA?” kata Daiki panik.
“BANGUN WOI BANGUUNN. NGIGO MULU LU DARITADI. BANGUUUUUNN..” Teriak Ryutaro tepat di telinga Daiki yang membuat telinganya sedikit budek terganggu.
“Yaelah mungkin mereka gak tau kali kita kesini.” Kata Yuto.
“Hahahaha Daichan, You’re so funny.” Keito tertawa melihat wajah bodoh Daiki.
“BRISIIIKKK. Bodoh ah gue yakin nih pasti si tua bangka itu gak ngasih kabar kesini biar kita gak usah ada penjemputan.” Katanya kesal.
“Haduh bego ini bocah. Kan kita di jemput sama seorang gadis.” Kata Inoo.
“Eh ngomong-ngomong soal jemputan, kok belom nampak sih batang hidung tuh cewe?” tanya Takaki.
Tiba-tiba Ryutaro melihat seorang gadis berambut pendek yang seperti di beritahukan oleh Kitagawa ciri-cirinya, sedang berdiri mengangkat baliho Hey!Say!JUMP papan kecil bertuliskan ‘HeysayJum’ yang membuat para anggota kesal karena tulisannya salah.
“Dasar gadis bodoh, menulis saja salah. Tidak cocok dia jadi siswi sekolahan.” Kata Daiki kesal.
“Yasudah ayo kita kesana, mungkin dia sudah tunggu daritadi.” Kata Yabu dan di ikuti para anggota lainnya.
Mereka menghampiri gadis yang mengangkat papan kecil itu. Gadis itu melihat mereka dengan wajah heran.
“Hei, kau yang menjemput kami ya?” tanya Yabu pada gadis itu.
“Mungkin dia tidak mengerti.” Kata Takaki.
“Keito, coba pake bahasa Inggris.” Kata Yabu lagi.
“Excuse me, We are Hey!Say!JUMP. We’re from Japan. You know Kitagawa-sama?” Tanya Keito.
“Kagak usah bacot, gua ngarti kalian ngomong apa. Ayok cabut, capek gua nunggu daritadi.” Kata gadis itu enteng sambil berjalan meninggalkan mereka.
“Hah? Ternyata dia tau bahasa gaul kita juga ye hahaha hebaaatt.” Yuto tertawa sambil berjalan mengikuti gadis itu dan diikuti yang lainnya.
…………..
Mereka tiba di pintu keluar bandara.
“Barang-barang kalian sudah diantar ke rumah jadi kita tunggu mobil yang lain saja.” Kata gadis itu cuek.
“Anou, kalo boleh tau, nama elu sape ya?” Tanya Inoo.
“Hajimemashite, watashi wa Secchi desu. Watashi wa juugo sai desu. Dozo yoroshiku onegaishimasu.” Kata gadis yang bernama Secchi itu sambil membungkuk.
“Yoroshiku. Ore wa Yabu Kota desu.” Seru Yabu.
“Ore wa Takaki Yuuya desu.” Seru Takaki.
“Ore wa Inoo Kei desu.” Seru Inoo.
“Ore wa Yaotome Hikaru desu.” Seru Hika.
“Ore wa Arioka Daiki desu.” Seru Daiki.
“Ore wa Okamoto Keito desu.” Seru Keito.
 “Ore wa Nakajima Yuto desu.” Seru Yuto.
“Ore wa Morimoto Ryutaro desu.” Seru Ryutaro.
“Oretachi wa Hey!Say!JUMP desu. Yoroshiku Onegaishimasu.” Seru mereka serempak.
“Hahaha gue juga udah tau kali, orang gue ngefans sama kalian. Bego sekali ya kalian hahaha.” Kata Secchi sambil tertawa yang membuat mereka semua kesal.
“Yasudah. Mana nih mobil yang akan kita tumpangi?” tanya Daiki kesal.
“Bentar lagi nyampe kok tenang aja.” Kata Secchi sedikit menggoda Daiki cuek.

Beberapa menit kemudian, datang sebuah mobil Toyota Avanza yang tepat berhenti di depan mereka. Seorang supir turun dan membuka pintu-pintu mobil tersebut.
“Maaf Non, tempat duduknya hanya muat tujuh orang saja Non di tambah saya jadi delapan. Duanya harus di pangku Non.”
“Wah gawat nih mobilnya kagak muat. Yasudah siapa yang mau di pangku?” tanya Yabu.
“Inoo-chan, biar lu gue yang pangku aja, lu kan kurus.” Kata Hika yang membuat Inoo kesal namun dia harus menyerah karena memang dia kecil.
-Keadaan dalam mobil-
Yuto, Keito, dan Ryutaro harus menerima kenyataan bahwa mereka harus duduk selama dua jam dengan keadaan memangku seorang sumo Daiki namun itu tidak masalah karena di banding dengan mereka berat Daiki masih di bawah mereka.
Hika dengan genitnya duduk sambil memangku Inoo namun Inoo kesal karena atap mobil itu pendek sehingga dia harus menerima resiko yaitu membungkuk. Sedangkan Yabu dan Takaki hanya terkikik melihat kejahilan Hika pada Inoo.
Secchi duduk dengan aman di samping supir sambil memandang ke belakang dan tertawa melihat Inoo dan Daiki harus menerima resiko yaitu duduk di pangku.
“Hei kacanya di naikin dong, gue kagak mau di lihat orang dari luar nih.” Kata Inoo kesal.
“Tenang Nono cuyuuung, akang Yabu akan menaiki kacanya.” Kata Hika menggoda.
“Hahaha iya ini gue naikin kacanya.” Yabu tertawa geli ketika mendengar rayuan dari Hika tadi dan segera menaikkan kaca mobil.
“Najis amat lu manggil gue Nono cuyung.” Inoo kesal lalu mencubit kuat paha Hika.
“AWWW ITTAI! Ih cuyung genit nih maen cubit-cubitan. Udah gak tahan yah cuyung?” Hika semakin menjadi menggoda Inoo.
“HIKAAAARRRRUUUUUUUUUU.” Inoo berteriak keras dari dalam mobil dan membuat supir langsung me-rem gas mobilnya.
“Ada apa sih teriak-teriak kayak di hutan kayak gitu.” Tanya Secchi kesal. Sementara yang lain hanya tertawa ketika mendengar suara teriakan tadi.
“Inoo-chan, lu teriak udah kayak orang mau di perkosa aja hahaha.” Daiki tertawa sambil loncat-loncat membuat paha Keito kesakitan.
“Woi Daichan, paha gue bukan spon ye buat lu loncatin. Sakit nih.” Keito mengomeli Daiki.
“Hei gantian dong, paha gua pegel nih mangkuin lumba-lumba ini.” Kata Keito sambil mendorong pantat Daiki menggeser ke paha Yuto.
“Haduh nasib skaran giliran gue. Ryutaro abis ini lu ye.” Kata Yuto yang mulai kesal.
“Ini brasa ya gue duduk di atas papan. Kagak ada empuknya nih paha.” Kata Daiki.
“BACOT LU. Kagak bersyukur lu gua pangkuin kalo kagak udah gua lempar keluar nih.” Kata yuto kesal.
“Yaudah Pak lanjut jalan lagi. Tarik maaaang.” Kata Hika pada supir.
Akhirnya mereka kembali meneruskan perjalanan.
Selama perjalanan, Inoo bosan dengan lagu yang di putar supir hanya lagu band Indo yang gak jelas yang membuat telinganya panas.
“Pak ada lagu Hey!Say!JUMP gak?” tanyanya pada supir.
“Hmm bentar ya den.” Kata si supir sambil tangan kirinya mengambil kaset dan memasukkannya dalam DVD.
“Nah akhirnya ada lagu kita juga ya hahaha.” Kata Daiki bersemangat.
Terdengar suara musik, namun berbeda dengan apa yang mereka pikirkan. Bukan musik dari lagu Ultra Music Power, Dreams Come True, Your Seed, Mayonaka no Shadow Boy, atau Hitomi no Screen. Terdengarlah lirik yang aneh dan musik yang aneh.
Mulut kumat kemot, matanya melotot
Lihat bodi semok pikiranmu jorok
Sorry sorry sorry Jack jangan remehkan aku
Sorry sorry sorry bang ku bukan cewek murahan. –belom apa-apa udah di reff-
“Itu lagu apaan sih norak amat.” Kata Inoo kesal.
“Ini kan lagu Keong Racun den.” Balas si supir.
“NORAAAAAAKKK ganti ganti.” Kata mereka serempak.
“Woi Secchi, lu katanya ngefans sama kita masa album JUMP No.1 aja kagak punya sih.” Tanya Daiki.
“Mahal woi. Apalagi noh yang Ten JUMP tuh buset dah. Bilang tuh ke Kitagawa, jangan matre yee. Bayarin gue aja murah banget.” Kata Secchi meluapkan kekesalannya.
“Tapi lu download kan yang JUMP No.1?” Tanya Hika penasaran.
“Download dong. Tapi gara-gara album kalian itu, memori flashdisk gue penuh.” Katanya lagi.
“Sudah sudah. Skarang perjalanan kita masih lama kagak nih?” Tanya Yabu yang mulai kesemutan.
“Kagak lama lagi udah nyampe.” Jawab Secchi.

Dan akhirnya mereka riba juga di kediaman baru mereka, rumah Secchi. Rumah yang halaman depannya cukup luas bisa buat main bola dan juga taman yang di kelilingi banyak tanaman dan bunga-bunga. Rumahnya cukup besar dan bisa memuat kedelapan makhluk nyasar dari negeri Sakura itu untuk tinggal di rumahnya.
“Ayo masuk, kamar untuk kalian sudah di siapkan.” Katanya sambil mempersilahkan mereka masuk.
Di dalam, mereka melihat berbagai foto terpajang di dinding maupun di meja-meja kecil. Foto keluarga besar Secchi dan ada juga foto yang sangat besar tergantung di ruang tamu. Foto berempat yaitu Secchi, Kakak (perempuannya), Ibu, dan (Alm) Ayahnya –loh jadi beneran isi rumah gue nih-.
“Wah pasti yang di sebelah kiri itu Neechanmu ya? Kawaii ne.” Kata Hika sambil menatap foto keluarga itu.
“Iya. Skarang dia sedang kuliah di luar kota.” Jawabnya.
“Ayah dan Ibumu kemana?” tanya Hika lagi.
“Ayahku sudah empat tahun meninggal, sedangkan Ibuku sedang ada tugas di luar kota untuk saat ini.” Jawabnya lagi.
“Berarti lu sendiri dong.” Kata Inoo.
“Hmm begitulah tapi gapapalah skarang gue kan udah di temenin sama kalian semua.” Kata Secchi sambil tersenyum.
“Iya. Dan mulai hari ini hingga satu bulan nanti kita akan bersama-sama terus. Tenanglah Sechan, kau melindungi kami, kami juga melindungimu.” Kata Yabu dan membalas senyuman Secchi.
“Iya mulai sekarang kita saling melindungi, deshou?” kata Yuto semangat.
“Sou desu ne. Sa, gue bakal tunjukin kamar kalian. Tapi maaf ya karena rumah ini kamarnya terbatas, jadinya kalian harus tidur sekamar empat orang. Bagaimana?” tanyanya.
“NANI?? BEREMPAT??” mereka syok dan saling bertukar pandang.
“Iya. Kamar Ibu dan Kakak gue di kunci, kalo gak pasti kamar gue bisa kalian pake. Di belakang hanya ada gudang saja. Yang tersisa hanya dua kamar. Tidak apa kan?” tanyanya lagi.
“Hmm yasudah bagaimana kalo BEST tidur sekamar saja tanpa Daiki. Daiki, elu tidur bareng mereka bertiga (Keito, Yuto, Ryutaro). Bagaimana?” tanya Yabu yang memberi saran itu. Namun Daiki murung.
“Tapi aku anggota BEST bukan 7.” Katanya lemas.
“Mukamu masih kekanakan, jadi cocok saja bergabung dengan mereka bertiga.” Tukas Takaki.
“Muka kekanakan namun usia tua.” Kata Hika mengejek.
BLETAAKK!
Sebuah jitakan mendarat di kepala Hika yang membuatnya meringis.
“ITTAIIIIIII. Dasar pendek.” Hika semakin mengejek Daiki.
“Hei berhenti! Kita ini numpang di rumah orang jadi jaga sikap kalian.” Yabu memarahi Hika dan Daiki.

Akhirnya mereka setuju dengan pendapat Yabu dan berjalan ke kamar masing-masing.
-Kamar Yabu cs-
“Kamarnya luas ya dan sudah di siapkan empat ranjang juga.” Kata Hika yang langsung membantingkan badannya di atas ranjangnya.
“Hmm lumayan lah ada empat ranjang daripada hanya satu kan gawat.” Kata Yabu yang juga membaringkan badannya.
“Toiletnya Cuma satu, tapi mungkin di luar ada yang lain.” Kata Inoo sambil membuka pintu kamar mandi itu namun keras. Tidak bisa di buka. Dia sudah berusaha menekan dan mendorong kedepan namun tidak bisa.
“Hei pintu kamar mandinya rusak nih. Bagaimana dong?” katanya panik karena sudah kebelet pipis.
“Coba gue buka.” Kata Hika sok pahlawan yang dengan sekuat tenaganya namun tetap tidak bisa juga. Sementara Inoo sudah tidak tahan lagi. Rasanya air kencingnya itu akan segera keluar namun dia berusaha menahannya. Dia menjepit kedua pahanya dan berlari kesana kemari untuk menahan kencingnya agar tidak keluar.
“Dasar bodoh, ini tuh pintu yang di dorong ke samping.” Kata Yabu yang membuka pintu ke samping. Akhirnya terbuka juga. Sementara Takaki melihat Inoo sudah bernapas lega. Rupanya air kencingnya sudah membasahi karpet di kamar itu. Inoo tersenyum karena yang di tahan akhirnya keluar juga.
“INOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO…….” Mereka bertiga berteriak karena Inoo NGOMPOL.
“Maap cuy udah kagak nahan. Kelamaan sih akhirnya keluar juga deh hehehe.” Inoo tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Idih jorok banget sih lu. Buruan keluar sana bersihin tuh badan lu, bau kencing semua.” Kata Takaki sambil menutup hidungnya.
Inoo pun keluar membawa handuk serta bajunya untuk mandi di kamar mandi luar.
“Gue heran deh tuh orang lama-lama begonya keterlaluan ya.” Kata Takaki sambil memakai sarung tangannya. Rupanya mereka bertiga ini memakai sarung tangan serta masker untuk membawa keluar karpet tadi yang basah akibat ulahnya Inoo.
“Percuma skolah di Meiji tapi gobloknya bukan main.” Kata Hika sambil mengangkat ujung karpet.
“Keterlaluan!” Yabu juga ikut mengomel namun tetap mengangkat karpet itu dengan berat hati juga.
Sementara Inoo sedang terkikik di kamar mandi dan membersihkan seluruh badannya sambil bernyanyi di kamar mandi.
“Hitomi no naka utsuru sekai afure sou na kanashimi demo. Bokutachi wa mou ii janai ge naisa seishun sutorii. Me wo korashite utsumu nagara hikari kitto sagashidasusa, namida no saki wo mitai kara.” Inoo berteriak sekencangnya namun tidak ada yang peduli. Dia bernyanyi sekerasnya layaknya kamar mandi itu miliknya seorang.
“Dasar bodoh dia malah bernyanyi seperti orang gila di dalam situ. Awas lu kalo keluar gue sumpelin lu pake celana dalamnya Kitagawa.”kata Hika kesal.
Akhirnya mereka bertiga membersihkan karpet kamar itu.

-Kamar Yuto cs-
Seperti kamar BEST, kamar ini juga sudah di sediakan empat ranjang masing-masing dan satu kamar mandi.
“Huaahh sungguh perjalanan yang melelahkan.” Kata Ryutaro membaringkan tubuhnya di ranjangnya yang dia tempati di ujung tembok dekat pintu kamar.
“Hei aku kebelet nih. Pintu kamar mandinya tidak bisa di buka.” Kata Yuto panik karena dia juga kebelet tapi dia ini kebelet pengen boker.
“Wah norak lu Yuto, itu di dorong kesamping lah.” Kata Daiki.
“Lu yang norak, pret.” Kata Yuto sambil membuka kesamping pintu kamar mandinya. Dan akhirnya dia masuk dan melaksanakan kewajibannya.
Tujuh menit Yuto masih di dalam.
“Yuto cepetan dong gue kebelet pipis nih.” Kata Daiki sambil mengetuk-ngetuk pintu kama mandinya.
“Belom selesai nih. Banyak banget yang belom keluar.” Teriak Yuto dari dalam.
“Wah sial lu gue udah kagak tahan nih.” Katanya sambil menahan dan menjepit eeknya agar bisa menahan keluarnya air kencingnya.
“Diluar saja. Gue mau sekalian mandi nih.” Balasnya lagi yang membuat Daiki sudah tidak tahan lagi.
Daiki segera berlari keluar namun belum lagi membuka pintu, air kencingnya sudah keluar dan membuat Daiki lega dan tersenyum tenang. Ryutaro yang melihatnya pun kaget karena Daiki kencing di depan pintu kamarnya dan air kotornya itu mengalir hingga mengenai sepatu kesayangan Ryutaro.
“WOIIII DAIKIIIIII. ALAMAAAAAAKKK SPATU GUEEEEE.” Ryutaro berteriak sambil meloncat kebawah untuk menyelamatkan sepatunya dari genangan air pasang.
“Maap Ryuu udah kagak nahan. Si Yuto kelamaan.” Katanya polos.
“Tapi jangan di depan pintu, GOBLOKKK!!” kata Ryutaro sambil menggeplak kepala Daiki dengan sepatunya.
“Ah Ryuu, brasa mau terbang kalo sudah keluar.” Daiki tidak peduli dengan geplakan sepatu Ryuu dan kembali tersenyum lega.
KREEKK!! Pintu kamar terbuka. Keito masuk dan kaget melihat Daiki tersenyum sambil merem di depan pintu kamar.
“Ada apa ini? Kenapa Daichan seperti orang bego?” Keito bertanya pada Ryutaro.
“Dia ngompol tuh.” Katanya kesal dan membuat mata sipit Keito terbelalak dan terbuka lebar. Keito kaget.
“WHATTT??” dia berteriak kaget lalu….
BRAKKK!! Keito menutup pintu dengan kencang dan berlari ke tempat lain sementara Daiki keheranan.
Yuto akhirnya keluar dan heran melihat cairan warna kuning dan bau itu mengalir ke arahnya.
“Ryuu air apa ini?” tanyanya pada Ryutaro.
“Daichan ngompol.” Jawabnya singkat. Yuto kaget.
“DAICHAAAAAAAAAAAANNNNNNNNN….” Yuto berteriak dan Daiki pun kabur meninggalkan kamar.

Baru datang aja udah kacau gini apalagi kedepannya? Maaf ya kalo gak lucu. Silahkan di caci maki fanfic bodoh ini.  Kritik dan sarannya di tunggu lewat komen yaa. Terima kasih sudah mau baca J

Sabtu, 28 Agustus 2010

Fanfics gembel - Prolog


 Title: Holidays in Indonesia –Prolog-
Type: Multichapter
Author: Liken yang polos –ditembak basoka-
Cast: Yabu Kota, Takaki Yuuya,  Inoo Kei,  Yaotome Hikaru, Arioka Daiki, Okamoto Keito, Nakajima Yuto, Morimoto Ryutaro
Genre: Comedy failed
Rating: SU
Disclaimer: Sepuluh tahun lagi, Ryutaro akan menjadi suami saya –dibakar fansu-
A/N: Pasti heran kenapa YamaChii nggak ikutan maen. Makanya baca aja –maksa-. Douzooo ~~

Di sebuah tempat, dimana ada seorang anak manusia yang sedang duduk bersantai di pinggir danau toba dengan tenangnya. Menutup wajah dengan topi kemudian menyalakan radio di sebelahnya. Dia sedang mendengar lagu Kokoro no Tomo –lagu jadul yang ngetrend-.  Tiba-tiba sebuah benda di sampingnya bergetar sehingga membuatnya terkaget dengan ketenangannya.
“Yabaiii berat skali ini mah.” Katanya sambil memutar benda tersebut.
“Haduh dudul ini pancingannya kekecilan. Pasti ikan yang gue dapat gede nih.” Katanya lagi sambil tersenyum lebar.
Karena terlalu berat, akhirnya dia mengaitkan kaki kirinya di sebuah pohon di sampingnya yang tidak jauh itu.
“Alamak ikan apaan sih nih kok berat banget. Perasaan waktu gue gendong paus aja kagak seberat ini.” Katanya yang kini sudah berkeringat hebat.
5 menit kemudian.
“Buju buneng capek gue nih ama nih kaitan. Mana sepi lagi kagak ada orang.” Katanya yang sambil mengelap keringatnya itu.
Kini dia sudah sangat basah akibat keringatnya sendiri. Pancingan yang di tariknya itu belum juga berhasil menampakkan bentuk ikan yang di dapatnya.
“WOOYYY TASUKETEE!!” Teriaknya
“Siaaalll gak ada orang lagi nih.” Katanya lirih

Tiba-tiba muncul seorang makhluk mendekatinya. Orang yang sudah sangat di kenalinya. Dia tersenyum lega dan melambaikan tangannya pada malaikat yang mendatanginya itu. Malaikat bergingsul itu berlari menuju pria malang yang sedaritadi tersesat di pinggiran danau karena pancingannya yang abal-abal itu.
“Ternyata lu disini Inoo-chan. Gue daritadi nyariin lu tau. ” Kata manusia bergingsul itu.
“Bacot lu bantuin gue skarang.” Kata pria berkulit putih pucat yang bernama Inoo itu yang sudah sedari tadi berusaha menarik pancingannya namun hasilnya nihil.
“Bantuin apaan No?” tanya si gingsul polos.
“Angkat pancingan gue. Susah banget daritadi kagak mau nih gue angkat.” Kata Inoo.
“Lu oon sih. Mungkin ikan lu nyangkut di dalam.” Ucap si gingsul innocent
“Masa sih? Kalo gitu lu nyelam dulu deh ngecek ikannya nyangkut dimana.” Balas Inoo tak kalah polosnya.
PLETAKK!
Sebuah jitakan mendarat di kepala Inoo.
“Areee ittai!!” kata Inoo meringis sambil mengelus kepalnya.
“Sudahlah abaikan saja ikan di dalam situ. Percuma lu mancing ikan di danau ini. Dan asal lu tau yee di danau ini Cuma ada buaya kagak ada ikannya. Mungkin yang di pancingan lu itu buaya.” Kata si gingsul menakuti Inoo.
“Ah masa? Jangan nakutin dong. Kalo emang buaya, pasti udah naek daritadi.” Inoo mulai ketakutan.
“Ahelaaah buaya zaman skarang doyannya berendam dulu. Kalo udah, baru mereka muncul kagak pernah search di google sih lu.” Kata si gingsul
“Yasudah kalo gitu kita pergi saja sebelum buayanya muncul. Gue belom mau mati nih.” Inoo meremas lengan si gingsul.
“Lu tolol sih. Masa mahasiswa meiji bisa setolol lu.” Si gingsul mulai mengolok Inoo
“Kampreett lu Hika ngatain gue tolol. Udah yuk cabut.” Balas Inoo sambil berjalan meninggalkan tempat itu.
“Hei radiomu ketinggalan.” Kata pria gingsul bernama Hika itu sambil mengangkat radio.
“Bukan punya gue. Lagian mana mau gue denger radio trus lagunya diulang-ulang yang itu mulu (Kokoro no Tomo). Mungkin radio keramat kali.” Ucap Inoo yang membuat Hika ngeri.
“Hiii sialan lu. Udah yuk cabut.” Kata Hika melempar radio itu masuk ke dalam danau tersebut kemudian mereka berdua pergi meninggalkan danau tersebut.
Di sebuah taman yang sejuk, ada dua orang pria lain yang sedang bermesraan duduk sambil menikmati teh hijau hangat mereka.
“Takaki-san, disini benar-benar seperti surga ya. Hmm,” kata seorang pria tinggi kurus namun tampan  kepada pria di sampingnya yang bernama Takaki itu.
“Iya Yabu-kun, sangat menyenangkan bila kita bisa bersantai seperti ini setiap hari.” Kata Takaki sambil meneguk tehnya.
“Benar-benar surga.” Katanya Yabu.
“Iya surga.” Balas Takaki
“Ini adalah surga dunia.” Kata Yabu lagi.
“Iya surga dunia.” Balas Takaki lagi.
“Hmm..”
“Hmmm…”
“Eh lu ikutin gue mulu. Yang kreatip napah.” Kata Yabu marah karena daritadi Takaki mengikuti kata-katanya.
“Yee siapa yang ikutin elu.” Kata Takaki membantah.
“Ah yasudah mari kita nikmati teh sore ini.” Kata Yabu sambil mengangkat cangkir tehnya.
“Cheers?”
“Cheerss…” Balas Takaki.

Ketika sedang santainya, muncul kedua makhluk.
“Woy ngapain disini?” kata Hika mengagetkan mereka.
“Ahelaaah ganggu banget orang lagi pacaran santai aja. Mau gabung?” Kata Yabu menawarkan.
“Hmm bolehlah.” Kata Inoo mengambil tempat.
“Eh tau gak masa tadi Inoo-chan mancing di—“ belum lagi selesai, wajah tampan Hika di muncratin teh panas dari dalam mulut Inoo.
“Maaf sob, kagak sengaja.” Kata Inoo sambil memasang wajah tanda ancaman pada Hika.
“Sab sob sab sob.” Hika monyong dan menyeka mukanya yang basah itu.
Tiba-tiba datang seorang kakek tua berambut putih, berjanggut pirang emas, gigi emas, berkacamata kuda, dan tentunya sudah bau tanah. Kakek itu berjalan mendekati keempat pria yang sedang bersantai di halaman belakang kantor agensinya itu.
“EHEMM!” kata Kakek tua itu berdehem di belakang mereka.
“Suara siapa sih itu kok aneh yaa.” Kata Hika
“Kedengarannya udah gak asing lagi sih.” Ucap Inoo lagi.
“EHHEEMM!” Kakek itu berdehem lagi.
“Loh dia “EHEM” lagi.” Kata Yabu.
“Kok suaranya mirip Kitagawa-sama ya?” Kata Takaki yang mulai mendapat firasat buruk.
“Bukan. Paling itu suaranya Ryutaro yang niruin. Dia kan paling demen niruin suaranya Kakek Tua Bangka itu.” Jawab Inoo santai.
Tiba-tiba………..
PLETAKK! PLETAKK! PLETAKK PLETAKK!
Empat jitakan mendarat sempurna di kepala empat pria tersebut.
“ITTAIII” ucap keempat pria tersebut bersamaan.
“Siapa yang bilang saya Kakek Tua Bangka tadi?
Mereka pun menoleh ke belakang. Didapatnya seorang Kakek tua yang sedang berdiri sambil menaruh kedua tangannya di pinggang.
“Ah anouuu…” kata Inoo gugup.
“Kamu ya Inoo-sama?” kata Kakek Tua itu. Inoo hanya mengangguk pelan dan ketakutan. Dia takut di pecat karena sudah melecehkan nama dari seorang pemimpin agensi yang dia huni ini, Johnny Kitagawa.
“Baguslah kau jujur nak. Karena memang aku sudah tua hiks.” Kakek itu berpura-pura menangis.
Mereka berempat saling bertukar pandangan dengan wajah heran. Tidak di sangka, si Kakek itu menangsi di hadapan mereka.
“Nakanaide Kitagawa-sama.” Kata Yabu
“Sebenarnya aku kesini cuma untuk memberikan tiket untuk keberangkatan kalian.”
“HEH??” ucap mereka bermpat kaget
“Iya. Kalian akan aku berangkatkan kesebuah negara yang sangat indah.”
“Negara apa?” Tanya Hika sambil bersemangat.
“Indonesia.” Jawab Kitagawa.
“Indonesia? Indonesia itu dimana ya?” tanya Inoo polos.
“Ih oon, lu di kampus kagak belajar geografi ya?” Hika geram karena seorang Inoo yang di kenal sangat pintar ini ternyata tidak tahu letak negara Indonesia.
“Kagak tuh.” Balas Inoo polos.
“Hoo gue ingat, Indonesia itu yang dulu pernah dijajah negara kita kan?” kata Takaki.
“BETUL!” kata Kitagawa kesenangan yang reflek langsung memeluk Takaki.
“Hei lepasin dong gue kagak doyan sama orang tua.” Kata Takaki sambil melepaskan pelukannya.
“Iyee gue juga kagak doyan cowok muka preman kayak elu.” Balas Kitagawa.
‘Wah ngeledek nih orang. Pengen banget gue kubur dia skarang’ kata Takaki dalam hati.
“Yasudah cepat sebarkan tiket ini pada yang lain.” Kata Kitagawa sambil memberikan tiket itu.
“Kok Cuma delapan?” Tanya Yabu sambil menghitung tiket yang di berikan Kitagawa.
“Yamada dan Chinen jangan di kasih. Mereka belum bisa bersenang-senang untuk saat ini karena masih ada pekerjaan yang harus mereka lakukan.” Kata Kitagawa.
“Kasihan sekali mereka berdua.” Kata Inoo.
“Yasudah kalau begitu saya pergi dulu.” Si pemilik agensi pergi meniggalkan mereka berempat.
Mereka pun ikut meninggalkan taman belakang tersebut menuju ke ruangan mereka, Hey!Say!JUMP.

Di dalam ruangan, hanya ada empat anggota. Daiki, Ryutaro, Keito, dan Yuto.
……….
“TIKET KE INDONESIA? YATTAAAA!!” kata mereka berempat bersemangat.
“Tapi tanpa Yama-chan dan Chii-chan.” Lanjut Yabu.
“Loh kok gitu?” Tanya Yuto.
“Katanya mereka masih ada pemotretan, rekaman, dan sebagainya.” Lanjutnya lagi.
“Hahahaha kasihan sekali mereka berdua.” Tawa Daiki.
Tiba-tiba masuklah kedua manusia yang sedang hot dibicarakan tersebut.
“Hueeeeehh aku juga mau ikutan ke Indonesia.” Terdengar suara tangis seorang bayi bocah bergigi kelinci tersebut.
“Yang sabar ya. Nanti kalian bisa nyusul kok tapi kagak geratiisss.” Ucap si bungsu bermata bulat tersebut sambil tersenyum nakal.
“Kalian semoga hepi ya disana.” Kata si gembul berpipi bulat itu yang terlihat sangat sedih.
“Sudah pasti hepi dong. Indonesia kan surga dunia bukan neraka dunia kayak tempat ini hahahaha.” Kata Daiki tertawa lebar.
“Hueeeee tega cekaliii huks.” Si gigi kelinci menangis.
“Yang sabar aja Chii, mereka bukan mau berperang tapi berlibur jadi jangan bersedih begitu.” Kata pipi gembul menenangkan.
“GUE SEDIH DONGO GARA-GARA GUE MA ELU KAGAK DIAJAK.” Kata gigi kelinci itu marah.
“Iya gue juga sedih Chii huks.” si Pipi gembul juga menangis.
“HAHAHAHAHAHAHAAHAHAHA CACIAAAAANN DEH LU.” Daiki dan Ryutaro tertawa terbahak-bahak sedangkan yang lain hanya tertawa pelan. Yamada dan Chinen malah menangis menjadi-jadi sambil berpelukan.

……………….. –Hari Keberangkatan-……………...

“Kalian nanti disana akan menginap di sebuah rumah mewah yang pokoknya komplit deh jadi gak usah khawatir.” Kata Kitagawa-sama.
Sepasang tangan kedelapan anak itupun menadah di depan Kitagawa.
“Apa maksudnya ini?” Katanya heran.
“MINTA UANG JAJAN!!” kata mereka berempat kompak.
“Hoo gampaaang.” Kata Kitagawa sambil mengeluarkan delapan ban uang untuk di berikan pada mereka berdelapan.
“ARIGATOU GOZAIMASU” kata mereka sambil membungkuk.
“Yasudah. Hati-hati ya disana. Nanti ada seseorang yang menjemput kalian. Dia seorang wanita muda yang masih bersekolah berambut pendek sebahu, matanya sipit, memakai behel,  tingginya seperti Ryutaro.” Kata Kitagawa menjelaskan.
“Ano mau tanya kenapa tiba-tiba Anda berbaik hati memberikan Holidays ini pada Kami?” tanya Yabu.
“Karena aku pernah melihat Hikaru yang sedang tidur lalu mengigau ingin pergi ke Indonesia kemudian melihat iklan di TV ‘Visit Indonesia 2010’ makanya Saya langsung berpikiran untuk memberi liburan ini pada kalian.” Kata Kitagawa lagi.
“Dan bagus Anda menahan YamaChii untuk tidak ikut. Itu bisa mengurangi beban kami.” Kata Daiki ceria.
“Ini karena permintaan dari Nakayama Yuma karena dia ingin membuat pesta untuk mereka bertiga makanya aku menurut saja.” Kata si Kakek menangguk-angguk.
“Hahaha baguslah aku sangat senang mendengarnya.” Kata Daiki lagi tersenyum lebar.
“Yasudah itu pesawatnya sudah mau berangkat. Kita berjumpa sebulan lagi ya. SAYONARA!!” kata Kitagawa sambil melambai-lambai.
Akhirnya kedelapan pria itu memasuki pesawat.
Yabu duduk dengan Takaki, Hika dengan Inoo, Daiki dengan Ryutaro, dan Yuto dengan Keito (mau aja nih author).
“Huwaaaa pasti penggemar kita di Indonesia banyak juga.” Kata Daiki yang mulai mengkhayal di gerubungin para penggemarnya.
“Dasar tukang ngigo.” Kata Ryutaro kesal.
“Hika, igauanmu itu bawa keberuntungan ya. Dan akhirnya kita di kasih liburan juga.”Kata Inoo sambil bersandar di kursi.
“HIKARUUUU.” Kata Hika bangga dan ikut bersandar di kursinya.

Pesawat mereka pun terbang menuju INDONESIA <3

Huaaaaa Chapter 1 nanti author muncul. Yihaaaaaa yang mau muncul juga boleh kok. Di komen aja ya tapi maaf kalo bagiannya Cuma dikit hehehe. Sanchuu udah baca :* -lempar ciuman kuda-

Kamis, 27 Mei 2010

Curhatan gak jelas

Langsung saja ya gua ngomong yang sejujurnya, yang sudah lama saya pendam.

Begini, gua masih gak setuju dengan keputusan dari JE yang memperdebutkan grup baru mereka yang bernama NYC yang kepanjangan dari inisial nama2 anggotanya.
N : Nakayama Yuma
Y : Yamada Ryosuke
C : Chinen Yuri

Mungkin nama ini sudah tidak asing lagi di telinga teman yang memang pecinta agensi JE.
Ada yang setuju NYC di debutkan tapi dari sekian banyak fangirls -terutama di Indonesia- mungkin hanya sekitar 23% saja yang setuju NYC debut. Menurut hasil penilitian gua -terutama Jumpers Indonesia- banyak sekali  yang tidak suka dengan seorang Nakayama Yuma. Pertama, mereka menganggap Yuma adalah anak emas dari Johnny Kitagawa. Yang kedua, Yuma hanya mencari sensasi supaya fansnya tambah banyak.

Maaf untuk sebelumnya, saya ini salah satu dari sekian banyak orang yang tidak menyukai dia.
Sudahlah lupakan manusia itu sekarang kita bahas yang lain.

Gua lebih pengen juniors di JE yang sudah bertahun-tahun mendiami agensi ini namun tidak di debutkan di kasih debut setidaknya untuk membahagiakan fansnya.
Terutama Kis-My-Ft2, B.A.D, M.A.D, Mis Snow Man, BOYS, Butoukan, atau ABC-Z di kasih debut -author sih maunya semuanya dikasih debut-

Ya mari saya perkenalkan beberapa selingkuhan saya yang masih banyak di luar sana -gaplocked by OkaJima- tapi masih di lingkungan JE. Ini adalah selingkuhan-selingkuhan author yang kakkoi yang berada dalam kawasan Johnny's Jr -author rakus-
Saa, douzo :DDD ^__________^ -author senyum nakal-

 

Nah yang diatas itu foto2nya B.A.D ~ Kenal mereka berdua? Kalau belum tau, silahkan nonton The Gokusen 3 mereka berdua itu yang jadi Ichimura Rikiya (Nakama Junta) dengan Kuraki Satoru (Kiriyama Akito).

Nah kalo yang ini namanya ABC-Z favorit author ya siapa lagi kalo bukan Hashimoto Ryosuke ^///^


 
Yang diatas namanya Mis Snow Man. Favorit author ya Sanada Yuma XDD
Nah yang diatas ini namanya Kis-My-Ft2. Udah pada tau kan? Author sukanya sama Tama-chan, Taipi, sama Senchan. Alasannya? Mereka kakkoii >//////////<


Mereka ini adalah juniors di JE yang belum di debutkan. Saya berharap mereka di kasih debut secepatnya. Mereka juga gak kalah keren sama grup2 yang sudah di kasih debut itu. Jadi saya hanya berharap demikian.
Ini foto NYC yang terakhir kali author download setelah itu sudah gak lagi -author malas liat wajahnya Yuma-
Liat tuh mukanya Yuma gak banget dah. Kayak pemulung ckck -dibantai fansnya Yuma-

Udahan ya updatenya sebernarnya lagi males update tapi karnaaa ya begitulah author ini emang sarap hoho mau bonus foto? Kasih fotonya 2 suami saya ya? OkaJima deshou ne? Hohoho


 
Mereka berdua suami kesayangan author ^^;
OkaJima : Okamoto Keito ♥ Nakajima Yuto. Love Forever ^______^

Jumat, 21 Mei 2010

Random ! Kagak jelas nih -__-"

Bingung mau ngepost apaan -____-"
Gua sih pengen ngepost sesuatu tapi lupa~

Gua post foto aja deh hehe XD

dah ah males upload lagi jadi intinya ini dari scanan myojo sama popolo ~
eh yah nih punya link juga dari shounen club yang bintang tamunya Yuto-Yuya-Daiki.
Maaf telat ngepost gua T_________T Klik Disini yoo

Udahan ah mau belajar gua hahaha *halah sok pinter banget dah*
Jaa ne ~



Senin, 17 Mei 2010

[Pics] Hey! Say! JUMP - Paparazzi Pictures update

Update hari ini beberapa foto anak HSJ -paparazzi lebih tepat-
Bagi yang minat silahkan dicicipi tapi kalau bisa kalau mau minta tolong di komen ya
jangan main ambil aja. Thanks before sudah mau berkunjung ^^


Gomen ne baru ini yang di upload. Mengingat adanya net gua yang skarang2 ini gobloknya naudzubillahiminzalik. Jadi nanti di bikin part 2nya -kalo lagi ada waktu-

COMMENT PLEASE N DON'T TAKE THOSE PICTURE WITHOUT MY PERMISSION !! THANKS


My Charming Prince

My Charming Prince
Noctis Lucis Caelum

OkaJima itsumademo

OkaJima itsumademo
Okamoto Keito and Nakajima Yuto

What the date today?

Cuteki cute